Selasa, 10 Juli 2012

Jadilah Pelancong Hemat, Bukan Pelit



KOMPAS.com - Pernahkan Anda dan teman Anda memaksa pemilik hostel agar Anda dapat berbagi tempat tidur di satu ranjang kecil? Atau, berjam-jam menunggu tumpangan gratis dibanding naik bus yang ongkosnya di bawah Rp 25.000?

Bisa jadi, Anda pernah pamer betapa sedikitnya uang yang Anda keluarkan selama di Italia, tetapi tak pernah mencoba sekalipun makan di restoran yang menyajikan kuliner khas Italia.

Jika Anda pernah melakukan hal-hal ini, maka Anda patut disebut sebagai orang yang pelit. Memang, sebagai pelancong, kadang melakukan hal-hal tersebut satu atau dua kali, upaya untuk berhemat dengan cara yang ekstrem.

Prespektif akan berubah jika Anda berada di jalan. Uang yang biasa Anda keluarkan sehari-hari untuk segelas kopi di kedai kopi setiap pagi, bisa jadi terasa mahal jika dibandingkan hidangan lengkap di tempat Anda melancong.

Namun, Anda mungkin mengeluh dengan berpikir bahwa penduduk setempat tidak akan makan semahal itu. Ya, memang benar, tetapi bisa jadi perekonomian masyarakat tempat yang Anda datangi, tak semakmur tempat Anda berasal.

Perjalanan yang hemat biaya, bukan berarti menjalani hidup hanya dengan roti dan selai, lalu tidur di terminal bus. Mengontrol pengeluaran sangat diperlukan. Namun, jangan sampai kenyamanan Anda berwisata terganggu oleh kepelitan Anda sendiri.

Cara nyaman namun berhemat saat berwisata yang lazim diketahui para pelancong sejati adalah dengan memanfaatkan jalinan pertemanan via Couchsurfing. Melalui Couchsurfing, Anda bisa menginap gratis di rumah orang lain.

Selain itu, memanfaatkan perjalanan dengan bus malam dan sesekali masak sendiri, juga beberapa kiat berhemat saat melakukan wisata. Berikut beberapa kiat menghemat uang tanpa menjadi orang yang pelit.

Air minum. Di beberapa negara, air minum dengan mudah didapatkan melalui drinking stand atau fasilitas pancuran air siap minum. Di Indonesia, salah satu contoh adalah terminal tiga Bandara Soekarno Hatta telah menyediakan fasilitas ini. Manfaatkanlah fasilitas tersebut.

Namun, bagaimana jika Anda berada di destinasi yang air kerannya diragukan kebersihannya? Sensitivitas perut orang berbeda-beda. Walaupun air keran telah dimasak, bukan berarti air tersebut siap diminum.

Cara paling aman adalah membeli air mineral botolan. Jika daerah yang Anda datangi sangat panas, maka minumlah dengan teratur agar Anda tidak jatuh sakit di perjalanan.

Makan siang lebih banyak. Saking pelitnya, beberapa wisatawan malah lebih memilih makan buah dan roti isi, padahal ia sedang berwisata di negara yang penuh dengan wisata kuliner.

Jika Anda tidak makan dengan benar kuliner khas negara setempat, seperti di Italia, Perancis, Jepang, bahkan beberapa daerah di Indonesia, Anda akan melewatkan kesempatan menjelajahi destinasi wisata tersebut.

Gunakan taktik makan siang yang mewah dibanding makan malam yang mewah. Paket makan siang di restoran biasanya lebih murah dibanding paket makan malam. Kuliner khas pinggir jalan juga bisa menjadi alternatif Anda.

Menginap di luar kota yang mahal. Di tempat seperti Venesia (Italia) dan Salzburg (Austria), Anda memang membutuhkan dua hari satu malam untuk bisa menjelajahi kota-kota tersebut. Namun, menginaplah di luar kota-kota dengan biaya hidup yang tinggi.

Anda akan lebih berhemat jika menginap di kota terdekat namun dengan biaya hidup yang lebih rendah. Seringkali tarif akomodasi lebih mahal jika berada di pusat kota.

Namun, pertimbangkan pula ongkos perjalanan yang harus Anda keluarkan dari tempat Anda menginap ke pusat kota. Pertimbangkan pula jaraknya. Jika tak lebih dari satu jam, maka penginapan di luar pusat kota bisa menjadi pilihan.

Pesan sebelum datang. Melakukan pesanan untuk tiket tur ataupun obyek wisata, tiket transportasi lokal maupun pesawat, serta akomodasi, selalu lebih murah dibanding jika Anda pesan saat telah tiba di destinasi tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya pesan saat Anda masih di rumah.

Pergilah secara berpasangan. Ada banyak keuntungan maupun kerugian jika pergi berdua. Misalnya, Anda dan pasangan bisa saling berbagi makanan, sehingga sebuah porsi makanan yang besar pun bisa dibagi dua.

Atau, biaya penginapan juga bisa dibagi dua. Tarif kamar penginapan dengan dua ranjang ataupun satu ranjang ukuran queen size, akan lebih murah jika biayanya dibagi berdua. Malah terkadang jatuhnya lebih murah dibanding Anda tidur di sebuah kamar dengan satu tempat tidur ukuran satu orang dewasa.

Hindari biaya tambahan. Uang tunai memang mudah untuk melakukan transaksi saat perjalanan. Tetapi, melakukan pembayaran dengan kartu debet bisa mengontrol dana perjalanan Anda.

Selain itu, melalui ATM juga dapat melakukan penukaran mata uang asing dengan nilai tukar yang bersaing. Sementara, penggunaan kartu kredit seringkali dikenakan biaya untuk transaksi yang dilakukan di luar negeri.

Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, kenali dulu biaya transaksi penggunaan kartu debet dan kartu kredit yang Anda miliki. Pilih bank yang memberikan penawaran terbaik untuk transsaksi di luar negeri.

Gunakan buku panduan wisata. Akhir-akhir ini, makin banyak pelancong yang berwisata tanpa mau membaca buku panduan wisata suatu negara. Beberapa beranggapan bahwa memiliki buku-buku ini hanya pemborosan.

Milikilah buku panduan untuk mengetahui panduan-panduan wisata, mulai dari kiat menghindari jebakan turis sampai segala macam hal yang harus hindari saat berkunjung ke suatu daerah wisata.

Jangan terlalu maniak jejaring sosial. Saat melancong, seseorang biasanya sedikit-sedikit membuka jejaring sosial seperti twitter dan Facebook demi membuat status mengenai perjalanannya. Jika Anda mendapatkan jaringan WIFI secara gratis tidak akan masalah.
Tetapi bagaimana jika daerah yang Anda tuju minim daerah ber-WIFI gratis? Apalagi jika Anda harus online di smartphone. Alih-alih, Anda bisa boros pulsa atau terkena tagihan roaming yang mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar